Bakaba Sinema adalah kegiatan pemutaran film secara berkeliling dan estafet di enam titik nagari di sekitar Bukittinggi. Kegiatan ini merupakan perpanjangan dari program Bioskop Taman yang telah di selenggarakan Ladang Rupa sejak tahun 2015.

Bakaba Sinema berangkat dari ide tentang bakaba, yang merupakan tradisi penuturan kisah-kisah secara lisan oleh masyarakat Minangkabau. Dalam tradisi bakaba, tukang kaba membawa kabar, cerita, atau informasi kepada masyarakat dari kampung ke kampung. Dalam konteks ini, Bioskop Taman menghadirkan kembali semangat tersebut melalui medium film, menjadikannya sarana berkumpul, bercerita dan informasi kepada publik. Seperti halnya kegiatan menonton yang biasa dilakukan Bioskop Taman, bakaba menjadi bentuk penyampaian informasi (kaba) sarana belajar yang didapatkan melalui kolektif menonton.

Keinginan untuk menayangkan film berkeliling ini direncanakan sebagai upaya mendistribusikan pengetahuan budaya melalui medium film. Melalui kegiatan ini diharapkan terbukanya ruang apresiasi yang lebih luas bagi para sineas lokal dan terciptanya interaksi langsung antara karya sinema dan msyarakat. Dengan demikian, Bioskop Taman tidak hanya menjadi ruang tonton tapi juga wahana pertukaran pengetahuan, nilai budaya, dan inspirasi bersama.

Ke-16 film yang diputarkan Bakaba Sinema telah dipilih oleh tiga kurator: Robby Julianda, Jeri Oktaviandi, dan Anggy Rusidi. Bakaba Sinema melibatkan beragam pihak seperti penggiat dan praktisi film, seniman, masyarakat dan pemuka adat. Selain pemutaran film, kegiatan ini berkolaborasi dengan masyarakat dalam rangkaian kegiatan workshop dan pameran arsip sebagai upaya distribusi pengetahuan sinema dan apresiasi terhadap sineas Indonesia.

Bakaba Sinema didukung oleh

kunjungan