Sebagai upaya peningkatan kapasitas publik, Bakaba Sinema mengusung program workshop yang diselenggarakan pada tanggal 2-7 Maret 2026 di Balairung Space, Bukittinggi. Selama enam hari, peserta mendalami literasi, kurasi, dan kritik film serta menonton bersama tiga narasumber dengan topik:
Senin, 2 Maret 2026 (16.00-18.00) narasumber: Muhaimin Nurrizqy
Selasa, 3 Maret 2026 (20.00 - 22.00)
Rabu, 4 Maret 2026 (16.00-18.00) narasumber: Vanessa Lutfi Firstatiani
Kamis, 5 Maret 2026 (20.00-22.00)
Jumat, 6 Maret 2026 (16.00-18.00) narasumber: Fajar Indayani, M.Sn
Sabtu, 7 Maret 2026 (20.00-22.00)
Muhaimin Nurrizqy, lahir dan besar di Padang. Buku pertamanya ialah kumpulan cerita pendek berjudul Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi (Kalaka, 2019). Pada 2023 lalu, manuskrip puisi pertamanya Selamat Malam, Kawan! meraih juara satu dalam Sayembara Novel dan Manuskrip Puisi yang diadakan Dewan Kesenian Jakarta.
Selain menulis, Muhaimin Nurrizqy juga bergiat di dunia perfilman. Kritik filmnya memperoleh pemenang pertama dalam lomba penulisan kritik film yang diadakan Pusbang Film, Kemendikbud. Sementara film pertamanya What Eri Testifies at the End of the Roll (2021) masuk ke dalam program Candrawala di Arkipel Jakarta International Documentary & Experimental Film Festival 2022.
Vanessa Lutfi Firstatiani, lahir di Jakarta dan kini menetap di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Memiliki ketertarikan kuat pada dunia kreatif dan pengembangan ekosistem film daerah, Vanessa aktif terlibat dalam berbagai inisiatif yang mendorong tumbuhnya ruang ekspresi bagi generasi muda.
Saat ini, ia berkarya bersama Manoc Films Indonesia, sekaligus mengemban peran sebagai Program Director Anak Nagari Film Festival. Dalam perannya tersebut, Vanessa berkontribusi dalam merancang program, membangun jaringan kolaborasi, serta memperkuat posisi festival sebagai ruang bertemunya sineas muda, komunitas, dan publik yang lebih luas.
Fajar Indayani, M.Sn adalah dosen pada Program Studi TV dan Film, Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang. Ia aktif sebagai akademisi sekaligus praktisi di bidang film dan produksi konten audiovisual, dengan pengalaman sebagai penulis skenario, sutradara, produser, serta pengisi suara.
Dalam industri televisi, Fajar terlibat dalam sejumlah produksi FTV untuk SCTV pada tahun 2018, di antaranya Gendang Cinta Makan Tuan dan Ondel-Ondel Enteng Jodoh. Ia juga menjadi Co-Writer untuk sinetron Bukan Cinderella Biasa yang tayang di GTV pada tahun 2022.
Di ranah film, Fajar menulis skenario Abilasa (2019), kemudian menyutradarai sekaligus menulis film Wifelive (2023). Pada tahun 2025, ia terlibat sebagai produser dalam film Kampia Siriah. Selain itu, ia juga aktif memproduksi konten digital, salah satunya melalui proyek Cerita ID (2022), di mana ia berperan sebagai penulis sekaligus voice over artist.
Setiap hari
10.00 - 21.00 WIB