Sebagai upaya peningkatan kapasitas publik, Bakaba Sinema mengusung program workshop yang diselenggarakan pada tanggal 2-7 Maret 2026 di Balairung Space, Bukittinggi. Selama enam hari, peserta mendalami literasi, kurasi, dan kritik film serta menonton bersama tiga narasumber dengan topik:

  • Bahasa Sinema dan Mengulas Film (narasumber: Muhaimin Nurrizqy)
  • Sinema Bergerak: Distribusi Film untuk Publik (narasumber: Vanessa Lutfi Firstatiani)
  • Sekolah Sinema: Dari Menonton ke Mencipta (narasumber: Fajar Indayani, M.Sn)

Bahasa Sinema dan Mengulas Film

Senin, 2 Maret 2026 (16.00-18.00) narasumber: Muhaimin Nurrizqy

Pemutaran Film

Selasa, 3 Maret 2026 (20.00 - 22.00)

Sinema Bergerak: Distribusi Film untuk Publik

Rabu, 4 Maret 2026 (16.00-18.00) narasumber: Vanessa Lutfi Firstatiani

Pemutaran FIlm

Kamis, 5 Maret 2026 (20.00-22.00)

Sekolah Sinema: Dari Menonton ke Mencipta

Jumat, 6 Maret 2026 (16.00-18.00) narasumber: Fajar Indayani, M.Sn

Pemutaran Film

Sabtu, 7 Maret 2026 (20.00-22.00)

Ketentuan Partisipan

  1. Calon Partisipan adalah individu atau mewakili kelompok yang memiliki ketertarikan terhadap bidang media, seni media, kebudayaan dan
  2. Calon partisipan mengajukan diri atau diundang dan wajib mengisi form yang telah disediakan (https://forms.gle/V2e5Zy28qJ9ruJxEA)
  3. Penyelenggaramenanggung:
    • Makan harian (berbuka) selama workshop
    • Transportasi dari tempat asal (diberikan pada akhir kegiatan)
    • Menghadirkan narasumber
  4. Partisipan selama lokakarya dituntut aktif, menyumbangkan pikiran, dan tenaga dalam mencapai tujuan kegiatan, dan diarahkan oleh fasilitator.
  5. Partisipan selama lokakarya diharapkan mampu displin, menjadi tim, serta berkomunikasi dengan baik bersama partisipan lainnya, fasilitator, pemateri, dan semua yang
  6. Partisipan berhak mendapatkan bimbingan, kritik, dan saran dari fasilitator maupun pemateri dalam menyelesaikan hasil workshop, baik itu tulisanmaupun
  7. Poin-poin lainnya untuk mencapai keberhasilan kegiatan akan disampaikan pada hari pertama

Profil Narasumber

Muhaimin Nurrizqy, lahir dan besar di Padang. Buku pertamanya ialah kumpulan cerita pendek berjudul Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi (Kalaka, 2019). Pada 2023 lalu, manuskrip puisi pertamanya  Selamat Malam, Kawan! meraih juara satu dalam Sayembara Novel dan Manuskrip Puisi yang diadakan Dewan Kesenian Jakarta.

Selain menulis, Muhaimin Nurrizqy juga bergiat di dunia perfilman. Kritik filmnya memperoleh pemenang pertama dalam lomba penulisan kritik film yang diadakan Pusbang Film, Kemendikbud. Sementara film pertamanya What Eri Testifies at the End of the Roll (2021) masuk ke dalam program Candrawala di Arkipel Jakarta International Documentary & Experimental Film Festival 2022.

Vanessa Lutfi Firstatiani, lahir di Jakarta dan kini menetap di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Memiliki ketertarikan kuat pada dunia kreatif dan pengembangan ekosistem film daerah, Vanessa aktif terlibat dalam berbagai inisiatif yang mendorong tumbuhnya ruang ekspresi bagi generasi muda.

Saat ini, ia berkarya bersama Manoc Films Indonesia, sekaligus mengemban peran sebagai Program Director Anak Nagari Film Festival. Dalam perannya tersebut, Vanessa berkontribusi dalam merancang program, membangun jaringan kolaborasi, serta memperkuat posisi festival sebagai ruang bertemunya sineas muda, komunitas, dan publik yang lebih luas.

Fajar Indayani, M.Sn adalah dosen pada Program Studi TV dan Film, Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang. Ia aktif sebagai akademisi sekaligus praktisi di bidang film dan produksi konten audiovisual, dengan pengalaman sebagai penulis skenario, sutradara, produser, serta pengisi suara.

Dalam industri televisi, Fajar terlibat dalam sejumlah produksi FTV untuk SCTV pada tahun 2018, di antaranya Gendang Cinta Makan Tuan dan Ondel-Ondel Enteng Jodoh. Ia juga menjadi Co-Writer untuk sinetron Bukan Cinderella Biasa yang tayang di GTV pada tahun 2022.

Di ranah film, Fajar menulis skenario Abilasa (2019), kemudian menyutradarai sekaligus menulis film Wifelive (2023). Pada tahun 2025, ia terlibat sebagai produser dalam film Kampia Siriah. Selain itu, ia juga aktif memproduksi konten digital, salah satunya melalui proyek Cerita ID (2022), di mana ia berperan sebagai penulis sekaligus voice over artist.

kunjungan