Ritual Tubuh, Teror Kota, dan Horor Domestik
Catatan Pemutaran Film Bioskop Taman Sabtu, 15 Maret 2025 Bioskop Taman berkolaborasi dengan Cinema Darurat memutarkan tiga film pendek dengan tema horor. Tiga film pendek diputar,
Seni merupakan hal yang penting dan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia. Seni membantu manusia untuk memahami dirinya, sesamanya, dan dunianya. Melalui seni manusia mengekspresikan pemikiran-pemikirannya yang membuka cakrawala masyarakat dengan pesan-pesan kehidupan, sebuah kebijaksanaan untuk mengatasi tantangan kehidupan. Sudah semestinya seni terus dikembangkan dan dijaga eksistensinya agar tetap hidup di sekitar kita. Eksistensi seni tersebut dijaga dengan berkesenian. Sementara berbagai kegiatan seperti pameran, pagelaran, atau diskusi dapat digunakan sebagai jendela untuk memahami dan menikmati seni, serta media pendidikan seni bagi masyarakat. Dengan demikian terciptalah suatu iklim berkesenian yang baik.
Namun nyala iklim berkesenian, khususnya seni rupa di Bukittinggi dapat dikatakan redup. Pasalnya kegiatan kesenian seperti pameran seni rupa jarang sekali diadakan di kota wisata ini. Tidak ada ruang bagi masyarakat atau wisatawan untuk menikmati dan mengapresiasi karya-karya seni rupa di Bukittinggi. Padahal, iklim berkesenian yang baik merupakan suatu kebutuhan sebagaimana dibahas sebelumnya. Masyarakat tentu merindukan udara baru dalam kegiatan kesenian.
Masuknya bulan suci Ramadhan merupakan waktu yang tepat bagi pada perupa, seniman, dan mahasiswa Bukittinggi untuk berkumpul dan menjalin silaturrahmi. Selain untuk lebih mengenal, kesempatan ini dimanfaatkan untuk menyatukan pikiran demi perkembangan kesenian di Bukittinggi yang lebih baik. Berangkat dari kegelisahan akan permasalahan di atas, suatu kegiatan seperti pameran atau diskusi agaknya penting untuk diadakan. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal bagi perkembangan seni rupa yang lebih baik di Bukittinggi ke depan.
Pada tanggal 25 Juni 2015 lalu bertempat di cafe d’Qibi’s Bukittinggi sebuah kegiatan menggambar bersama, diskusi, dan penampilan musik tradisional bertajuk Bukittinggi Dalam Karateh (Bukittinggi Dalam Kertas) berjalan sukses. Kegiatan ini dilaksanakan oleh pelajar, mahasiswa, kelas pekerja, pemuda dan berbagai latar belakang masyarakat yang peduli akan kesenian di kota Bukittinggi yang tergabung dalam kelompok bernama Bukittinggi Art. Kegiatan yang di hadiri oleh kurang lebih seratus orang peserta ini berhasil mendapatkan apresiasi yang baik dari masyarakat Bukittinggi.


Di tempat kegiatan, masing-masing peserta menggambar di kertas yang disediakan. Peserta diperbolehkan berkarya dengan kreatifitas sendiri tanpa dibatasi tema. Selanjutnya peserta yang sudah selesai boleh menempel sendiri karyanya di tempat yang telah disediakan panitia. Acara menggambar diakhiri dengan acara berbuka bersama. Setelah berbuka dan rehat untuk shalat, kegiatan dilanjutkan dengan acara pembukaan oleh ketua pelaksana dan kata sambutan oleh pemilik cafe. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan penampilan musik oleh Angga El Patsa, penampilan musik tradisional dan pembacaan puisi oleh kelompok seni Teras, dan beberapa penampilan musik dari Roti Gabin.



Diskusi seni dilaksanakan setelah beberapa penampilan musik, mengangkat topik berksenian di Bukittinggi dengan pembicara Thariq Munthaha.
Pada akhirnya kegiatan ini ditutup dengan harapan tentang perkembangan kesenian di Kota Bukittinggi kearah yang lebih baik dengan semakin ramainya aktivitas kesenian seperti ini. Selanjutnya, Bukittinggi Art akan merencanakan kegiatan-kegiatan lain dalam pergerakan sebuah forum kesenian.
Catatan Pemutaran Film Bioskop Taman Sabtu, 15 Maret 2025 Bioskop Taman berkolaborasi dengan Cinema Darurat memutarkan tiga film pendek dengan tema horor. Tiga film pendek diputar,
Catatan Pemutaran Film Bioskop Taman 08 maret 2025 Pada 8 Maret, Bioskop Taman menghadirkan dua film karya Agung Jakarsih, The Fish That Lives in Water (2024) dan Beungkeleukeun
Catatan Pemutaran Film Paper & Glue – Bioskop Taman Film dokumenter Paper & Glue karya seniman Prancis JR membuka dengan sebuah aksi seni yang epik—membentangkan po
Dinamika Pedagang Pasar Atas Bukittinggi hingga Lesunya Aktivitas Pasar Sejak Pembangunan Baru Jantung Kota. Di hari pertama menginjakan kaki di kampung halaman, beberapa teman yan
DI era 1990-an, kita belum mengenal permainan modern seperti Playstation, online game, internet, dan komputer. Anak-anak juga belum mengenal ponsel, apalagi smartphone. Televisi pu
Andaikan seseorang meminta saya membangun jembatan atau membuat tiang jemuran, bisa dipastikan tak butuh waktu lama bagi saya untuk menolaknya sebab saya tidak tertarik sama sekali
Manas ciek luh! adalah ungkapan anak-anak Minangkabau di dalam sebuah permainan. Ungkapan tersebut bertujuan untuk meminta jeda sejenak bisa jadi karena kelelahan, haus, kaki kesem
Nagari Pandai Sikek terkenal dengan kerajinan songket yang sangat diminati oleh wisatawan terutama wisatawan asing dan wisatawan dari luar Sumatra Barat. Nagari ini terletak di kak
Kota Bukittinggi adalah kota yang dikenal sebagai kota wisata. Ada banyak pilihan tempat yang bisa dihabiskan bersama keluarga. Ada kebun binatang Kinantan, Jam Gadang, Ngarai Sian