Ritual Tubuh, Teror Kota, dan Horor Domestik
Catatan Pemutaran Film Bioskop Taman Sabtu, 15 Maret 2025 Bioskop Taman berkolaborasi dengan Cinema Darurat memutarkan tiga film pendek dengan tema horor. Tiga film pendek diputar,
23 Februari 2016, Forum Seni Ladang Rupa melakukan kegiatan ‘’Menggambar Bersama’’ dengan adik-adik sekitar Galery Forum Seni Ladang Rupa,yang bertempat di Jln.Pendidikan No.55, Birugo Bungo, Kota Bukittinggi. Sebenarnya ini adalah kegiatan edukasi yang di janjikan Forum Seni Ladang Rupa kepada adik-adik yang ingin belajar menggambar dan menulis khususnya.
Kegiatan kali ini sebenarnya bermula dari keprihatinan anggota Forum Seni Ladang Rupa, terhadap lingkungan rumah,yang kebetulan berdekatan dengan Galery Ladang Rupa,kebanyakan anak-anak sekitar tidak peduli dengan lingkungan sekitar rumah mereka,mungkin seiring berkembangnya zaman anak-anak saat ini hanya menghabiskan waktu luangnya dengan bermain Play Station,Smartphone dan lainnya. Saat ini jarang sekali kita menemukan anak-anak yang setiap sore bermain di halaman rumah melakukan permainan daerah seperti sipak tekong,patok lele,lore,mancik-mancik dan lainnya.
Saya mencoba mengumpulkan adik-adik sekitar dengan bantuan dari orangtua mereka masing-masing.
‘’Kami orangtua sangat senang kalau ada yang membimbing,dari pada anak-anak ke warnet main game dan selalu pulang malam,Bapak pun susah mencari,sebab di Bukittinggi warnet terlalu banyak’’ Ujar Bapak Syahrul,salah satu orang tua anak.
Akhirnya adik-adik kelompok “Menggambar Bersama” pun terkumpul di Galery Ladang Rupa,adik-adik yang berkumpul kebanyakan masih menduduki jenjang pendidikan Taman Kanak (TK),hanya satu orang yang menduduiki jenjang pendidikan kelas 1 Sekolah Dasar (SD) , Legi Fajar Muslimin salah satu anak yang tergabung dalam kelompok ‘’Menggambar Bersama’’ yang pandai membaca dan menulis,dan saya percayakan kepada Legi untuk mencatat daftar absen teman-temannya yang hadir pada waktu saat itu.

sebelum menggambar di mulai,saya melakukan pendekatan kepada adik-adik dalam hal bertanya tentang lingkungan sekitar rumah mereka,saya memberi pengarahan dalam menggambar,di sini saya tidak membatasi apa yang ingin mereka buat,tapi saya hanya memberikan pengantar ,supaya nantinya gambar mereka mempunyai cerita dan mereka pun asyik dengan cerita yang ada di lingkungan rumahnya.

Sewaktu proses menggambar,mereka bercerita seputar suasana,lingkungan rumah,teman,orangtua dan lainnya.Dalam gambarnya mereka,ada yang bercerita tentang gunung ,mobil,pohon,bunga,kakak,orangtua,tempat yang angker(banyak hantunya) dan lainnya.Mereka menceritakan apa yang patut diceritakan,dan mereka gambarkan dalam sebuah karya sketsa.

Dokumentasi Kelompok Menggambar Bersama




Adik-adik hari itu riang gembira setelah menggambar usai,sambil menunggu yang lain selesai,mereka bercerita,berbagi,berkenalan satu sama lain,di sisi lain mereka mendapat suatu pengalaman yang baru,di samping sosial mereka yang sudah terpupuk di usia dini. Bagi yang telah selesai,saya memberi penghargaan berupa lipatan origami burung dan kupu-kupu dan adik-adik pun bebas memilih warna lipatan origami yang mereka sukai.

——————–
Ogy Wisnu Suhandha
Catatan Pemutaran Film Bioskop Taman Sabtu, 15 Maret 2025 Bioskop Taman berkolaborasi dengan Cinema Darurat memutarkan tiga film pendek dengan tema horor. Tiga film pendek diputar,
Catatan Pemutaran Film Bioskop Taman 08 maret 2025 Pada 8 Maret, Bioskop Taman menghadirkan dua film karya Agung Jakarsih, The Fish That Lives in Water (2024) dan Beungkeleukeun
Catatan Pemutaran Film Paper & Glue – Bioskop Taman Film dokumenter Paper & Glue karya seniman Prancis JR membuka dengan sebuah aksi seni yang epik—membentangkan po
Dinamika Pedagang Pasar Atas Bukittinggi hingga Lesunya Aktivitas Pasar Sejak Pembangunan Baru Jantung Kota. Di hari pertama menginjakan kaki di kampung halaman, beberapa teman yan
DI era 1990-an, kita belum mengenal permainan modern seperti Playstation, online game, internet, dan komputer. Anak-anak juga belum mengenal ponsel, apalagi smartphone. Televisi pu
Andaikan seseorang meminta saya membangun jembatan atau membuat tiang jemuran, bisa dipastikan tak butuh waktu lama bagi saya untuk menolaknya sebab saya tidak tertarik sama sekali
Manas ciek luh! adalah ungkapan anak-anak Minangkabau di dalam sebuah permainan. Ungkapan tersebut bertujuan untuk meminta jeda sejenak bisa jadi karena kelelahan, haus, kaki kesem
Nagari Pandai Sikek terkenal dengan kerajinan songket yang sangat diminati oleh wisatawan terutama wisatawan asing dan wisatawan dari luar Sumatra Barat. Nagari ini terletak di kak
Kota Bukittinggi adalah kota yang dikenal sebagai kota wisata. Ada banyak pilihan tempat yang bisa dihabiskan bersama keluarga. Ada kebun binatang Kinantan, Jam Gadang, Ngarai Sian