TULISAN KAWAN KITA TULISAN KAWAN KITA TULISAN KAWAN KITA
TULISAN KAWAN KITA TULISAN KAWAN KITA TULISAN KAWAN KITA
February 29, 2016

Sabtu,27 februari 2016, bertempat di Taman Ladang,Forum Seni Ladang Rupa  menayangkan kembali sebuah film dalam agenda Bioskop Taman. Di tengah maraknya sinema elektronik yang kurang mengedukasi publik,kali ini Bioskop Taman  menayangkan film yang berbau kultur Minangkabau dan menjadi film yang tepat untuk di tayangkan, dari hasil kurasi tersebut akhirnya Bioskop Taman memutuskan untuk menayangkan filem  ”Harimau Tjampa”  Karya D.Djajakoesuma.

Film Harimau Tjampa adalah salah satu film yang cukup penting dalam sejarah sinema Indonesia. Film ini memiliki garapan yang cukup khas baik dari segi estetika, konten isu, terutama estetika musikalnya. Film yang dirilis pada tahun 1953 ini merupakan film pertama yang berlatarkan Minangkabau,sempat memenangkan beberapa nomor nominasi, diantaranya: sebagai skrenario terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1955, musik latar terbaik FFA, Singapura, tahun 1955.

Dari segi estetika, narasi yang di hadirkan cukup menarik, dengan menggunakan bahasa yang tersirat baik secara makna,dan juga film ini menampilkan dengan pepatah petitih dalam adat Minangkabau. Ini mengingatkan kita kembali  bahasa-bahasa yang tersirat yang  tekandung di dalam pepatah tersebut, apalagi pada saat sekarang ini kita jarang mnemukan bahasa adat yang begitu kental dan begitu dalam.Dan dari segi estetika musik film ini mengingatkan kita tentang fungsi tradisi nyanyian di Minangkabau. Dalam tradisi pertunjukan randai misalnya, dendang yang dinyanyikan berisi cerita yang di tuju pada sebuah adegan dalam filem tersebut.

Film ini mendapat apresiasi yang bagus dari RT/RW setempat, selain bernostalgia, kita juga menemukan sesuatu  yang baru dan mengingatkan kembali pentingnya menjaga budaya asli daerah masing-masing.

Sinopsis

Dengan dendam terhadap pembunuh ayahnya, Lukman (Bambang Hermanto) berguru silat di kampung Pau. Mula-mula ia minta pada Datuk Langit (Rd Ismail), tapi dimintai bayaran tiga kerbau. Akhirnya ia belajar pada seorang guru yang dilihatnya berhasil mengalahkan musuhnya dalam sebuah perkelahian. Guru ini memberi syarat agar silatnya tidak dipergunakan sembarangan. Lukman berjanji. Berulang kali janji itu dilanggar, tapi selalu dimaafkan, hingga dia tamat memperoleh ilmu silat. Janji ini dilanggar lagi saat ia tengah berjudi. Bandar judi yang menghalangi percintaannya secara tak sengaja tertusuk pisaunya sendiri. Lukman masuk penjara. Di dalam penjara Lukman mendapat informasi tentang kematian ayahnya yang di bunuh oleh Dt. Langit yang juga merebut gadis idamannya. Lukman meloloskan diri dari dalam penjara untuk membalaskan dendam kematian ayahnya . Datuk Langit diringkus dan diserahkan ke polisi sebagai pembunuh, sedangkan Lukman juga menyerahkan diri buat menjalani sisa hukuman. Latar belakang Minang dalam musik, petatah-petitih, adat dll tampil dalam film ini.

 Doc. Bioskop Taman #3 , suasana Penonton dan di hadiri RT/RW

Diskusi ringan di Galery Forum Seni Ladang Rupa

Foto Oleh : Gilang Zulkahfi dan Riyan Patrio