Ritual Tubuh, Teror Kota, dan Horor Domestik
Catatan Pemutaran Film Bioskop Taman Sabtu, 15 Maret 2025 Bioskop Taman berkolaborasi dengan Cinema Darurat memutarkan tiga film pendek dengan tema horor. Tiga film pendek diputar,
Jum’at,29 Januari 2016. Sukses pada agenda O.T.A (Obrolan Tentang Art) di Benteng Fort De Kock,Forum Seni Ladang Rupa mencanangkan suatu agenda pemutaran film,yang rutin di tayangkan sekali 2 minggu di Taman Ladang,Forum Seni ladang Rupa.
Agenda ini berawal dari ketertarikan saya selaku ketua pelaksana Bioskop Taman,dengan Komunitas Gubuak Kopi yang berdomisili di solok,Komunitas Gubuak Kopi aktif menayangkan pemutaran film di tengah masyarakat secara langsung di dalam agendanya yang bernama Sinema Pojok.
Bertepatan pada agenda O.T.A (Obrolan Tentang Art),saya berbincang dengan AlbertRahman Putra yang kerap di panggil ”Albert” selaku ketua Komunitas Gubuak Kopi tentang pemahaman film sebagai komunikasi massa.
Saya mencoba memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar Solok (khususnya) melalui film-film yang saya kurasi,dan film yang saya anggap penting untuk ditayangkan ke masyarakat sekitar Solok ”Ujar Alber” salah satu penulis journal di Akumassa.
Forum Seni Ladang Rupa mencoba menayangkan beberapa tayangan film pendek dalam tayangan perdananya yang bernama BIoskop Taman,film ini pemahamannya lebih menggunakan empati, dari beberapa aspek seperti,agenda ini lebih kepada pemahaman mereka tentang keadaan sekitar,yang selama ini mereka abaikan ternyata perlu untuk mereka tinjau dan mereka telisik lebih dalam.

Bioskop Taman #1
Pemutaran film :
Andang And Sarjo (Another Story From Jakarta) | Hafiz – 2003 | Durasi 8 Menit | Subteks English
Ronin (Morning Dialog) | Hafiz-2003 | Durasi 13 Menit | Subteks English
Alkisah Di Ampel (Akumassa Surabaya) | Hafiz – 2010 | Durasi 12 Menit | Subteks Indonesia
Film di putarkan pada :
Hari/Tgl : Jum’at /29 Januari 2016
Tempat : Taman Ladang,Forum Seni Ladang Rupa
Film yang di tayangkan kali ini adalah film pendek dari karya Hafiz Racanjale,yang di dapat dari arsip Forum Lenteng Jakarta,film yang di dalamnya berisi pesan yang tersirat dalam keterkaitan masyarakat baik personal maupun secara keseluruhan,film yang di putarkan kali ini terlihat aneh bagi masyarakat sekitar,dikarenakan ketidakbiasaan masyarakat menonton film yang di dalamnya mempunyai pesan yang tersirat,hal inilah yang menjadi menarik sebetulnya, masyarakat menemui hal yang baru dan lebih menggunakan logika dalam mencerna sebuah film,tidak hanya sebatas hiburan,akan tetapi mengedukasi terhadap dirinya,dan yang lebih menarik lagi setelah film selesai di putarkan,bersamaan dengan masyarakat sekitar mencoba untuk mendiskusikan film yang di putarkan,baik dalam memberikan argumen,saran dan kesimpulan menurut pribadinya yang di iringi bersama moderator diskusi Bioskop Taman Rohmi Ifza Saputra.
——————
Ogy Wisnu Suhandha
Catatan Pemutaran Film Bioskop Taman Sabtu, 15 Maret 2025 Bioskop Taman berkolaborasi dengan Cinema Darurat memutarkan tiga film pendek dengan tema horor. Tiga film pendek diputar,
Catatan Pemutaran Film Bioskop Taman 08 maret 2025 Pada 8 Maret, Bioskop Taman menghadirkan dua film karya Agung Jakarsih, The Fish That Lives in Water (2024) dan Beungkeleukeun
Catatan Pemutaran Film Paper & Glue – Bioskop Taman Film dokumenter Paper & Glue karya seniman Prancis JR membuka dengan sebuah aksi seni yang epik—membentangkan po
Dinamika Pedagang Pasar Atas Bukittinggi hingga Lesunya Aktivitas Pasar Sejak Pembangunan Baru Jantung Kota. Di hari pertama menginjakan kaki di kampung halaman, beberapa teman yan
DI era 1990-an, kita belum mengenal permainan modern seperti Playstation, online game, internet, dan komputer. Anak-anak juga belum mengenal ponsel, apalagi smartphone. Televisi pu
Andaikan seseorang meminta saya membangun jembatan atau membuat tiang jemuran, bisa dipastikan tak butuh waktu lama bagi saya untuk menolaknya sebab saya tidak tertarik sama sekali
Manas ciek luh! adalah ungkapan anak-anak Minangkabau di dalam sebuah permainan. Ungkapan tersebut bertujuan untuk meminta jeda sejenak bisa jadi karena kelelahan, haus, kaki kesem
Nagari Pandai Sikek terkenal dengan kerajinan songket yang sangat diminati oleh wisatawan terutama wisatawan asing dan wisatawan dari luar Sumatra Barat. Nagari ini terletak di kak
Kota Bukittinggi adalah kota yang dikenal sebagai kota wisata. Ada banyak pilihan tempat yang bisa dihabiskan bersama keluarga. Ada kebun binatang Kinantan, Jam Gadang, Ngarai Sian